Revisi Kritik Artikel
Library and Information Professionals (LIPs) in the Present Digital
Age: Challenges of the New Skills
Oleh:
Meera Meera
Universitas Delhi, India
A.Pendahuluan
Artikel
yang dikritik ini berjudul “Library and Information Professionals (LIPs) in
the Present Digital age: Challenges of the New Skills” ditulis oleh Meera Meera Universitas Delhi, India. Artikel ini merupakan sebuah artikel Ilmu
Perpustakaan dan Informasi yang membicarakan mengenai peran profesional
perpustakaan dan informasi hadir di era digital dalam menghadapi tantangan dan
keterampilan baru. Dalam
artikel ini jelaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia di Perpustakaan dan
Pusat Informasi cukup memprihatinkan.
Artikel ini memberikan informasi kepada pembaca mengenai kebutuhan dan
tantangan di bidang
pelatihan seperti teknologi perpustakaan, teknologi
komputer , teknologi komunikasi, teknologi komunikasi Teknis , dan teknologi
Reprografi diperlukan
untuk Perpustakaan dan Informasi profesional di masa kini. Apa saja hambatan utama
yang dihadapi dalam pendidikan mereka seperti Ekonomi, Personal, Kelembagaan ,
Teknologi , Politik & Nasional dan Kurikulum universitas dan peran asosiasi. Apa saja jenis keterampilan untuk menangani tantangan-tantangan ini sepert: manajemen,
teknologi, komunikasi dan keterampilan penelitian. Menekankan rintangan yang dihadapi dalam proses
pengembangan sumber daya
manusia dan tanggung jawab pada bagian dari manajemen
perpustakaan, Lembaga,
Asosiasi dan
Organisasi
dijelaskan secara detail dalam artikel ini.
B.
Ringkasan/ rangkuman
Sifat
perubahan, tantangan TIK dan sumber daya internet menimbulkan
dampak besar pada struktur dan fungsi yang
berbeda pada profesional perpustakaan dalam mengelola sumber daya manusia. Sumber daya manusia - profesional di perpustakaan dan pusat informasi
menghadapi pergeseran transformasi dari: Cetak ke media elektronik dan digital, perpustakaan dihadapkan dengan perubahan pendidikan, sosial, ekonomi, dan
budaya. Dengan Pergeseran ini telah mengubah peran personil perpustakan.
Dalam menghadapi era globalisasi ini, profesional
perpustakaan dan informasi harus diperbarui dalam penggunaan teknologi baru
dari waktu ke waktu dalam rangka menjalankan layanan perpustakaan. Kebutuhan dan tantangan di bidang pelatihan perpustakaan dan pusat informasi seperti teknologi komputer, teknologi Perpustakaan, teknologi komunikasi, teknologi komunikasi Teknis, dan teknologi Reprografi.
Keterampilan yang harus dilakukan oleh para professional
perpustakaan dan informasi untuk menagani tantangan pada artikel ini dijelaskan
seperti keterampilan Profesional, keterampilan manajemen, keterampilan teknologi, keterampilan
ilmiah atau keterampilan penelitian, dan keterampilan
komunikasi. Yang
mana Sumber daya
manusia menjadi kunci di balik keberhasilan dan
kegagalan dari setiap organisasi , pengembangan sumber daya manusia program
pendidikan dan pelatihan, harus menjaga dengan baik direncanakan dalam
pandangan kebutuhan saat ini keahlian yang berbeda.
Pada artikel ini dijelaskan bahwa penghalang utama atau
hambatan dalam pengembangan tenaga kerja terampil adalah personal tidak memiliki motivasi untuk menerima perubahan dan belajar perkembangan baru, kelembagaan yang kurang peduli dalam pengembangan tenaga kerja terampil untuk memberikan fasilitas alat modern, teknik, pelatihan dan penerapannya dalam pekerjaan
rutin mereka.
Kemudian hambatan selanjutnya yaitu perubahan teknologi, Nasional dan politik yang kurangnya memfasilitasi untuk membentuk lembaga pelatihan IT, Kurikulum di perpustakaan sekolah dan universitas kurang menyediakan fasilitas pelatihan yang tepat seperti: TI alat yang tidak memadai dan teknik ketersediaan yaitu kurangnya
fasilitas hardware / software akan menjadi
hambatan sumber daya manusia.
Manajemen
perpustakaan, asosiasi dan lembaga merupakan proses pengembangan sumber daya
manusia untuk menghasilkan profesional terlatih yang dilengkapi dengan teknologi baru. Perpustakaan dan informasi pusat , asosiasi dan lembaga
harus mengambil langkah secara
cepat untuk membantu para profesional meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka
. Menjadi penghubung antara para profesional dan pemerintah, asosiasi dan
lembaga perpustakaan.
C. Kesimpulan
Di
era globalisasi sekarang ini, perpustakaan dan informasi profesioanal hadir di
era digital. Menimbulkan sejumlah tantangan dan keterampilan baru untuk para
professional dalam meningkatakan pengetahuan dan keterampilan mereka.
Perpustakaan dan informasi profesioanl harus menggunakan alat-alat teknologi untuk memenuhi
kebutuhan informasi para pengguna. Oleh karena itu sangat penting untuk memiliki
berbagai jenis keterampilan dalam
menangani tantangan tersebut. Perpustakaan dan informasi pusat, asosiasi dan lembaga harus mengambil langkah
secara cepat untuk membantu para profesional meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Menjadi penghubung antara para profesional dan pemerintah, asosiasi dan
lembaga perpustakaan.
D.
Kritik
Judul artikel yang dipilih oleh
penulis yaitu “Library and
Information Professionals (LIPs) in the Present Digital age: Challenges of the
new Skills” sudah sesuai
dengan isi dari artikel yang ditulisnya yaitu membahas mengenai peran
profesional perpustakaan dan informasi hadir di era digita dalam menghadapi
tantangan dan keterampilan baru.
Artikel ini ditulis oleh Meera Meera dari Universitas Delhi, India. Gaya penulisan atau sistematika penulisan
tersusun dengan baik membuat pembaca mudah untuk memahami isi artikel yang
ditulisnya. Mulai dari judul penelitian,
abstrak, kata kunci, latar belakang, pembahasan hingga kesimpulan dan saran. Abstrak
yang dibuat oleh penulis menggambarkan mengenai isi dan cukup sesuai dengan isi
artikel yang ditulis oleh penulis, sehingga pembaca cepat memahami
isi dari artikel tersebut. Tetapi dalam abstrak yang dibuat penulis tidak menjelaskan
mengenai tujuan penelitian, metode yang
digunakan dan hasil penelitian tetapi lebih menjelaskan mengenai aspek
pengembangan sumber daya manusia perpustakaan di lingkungan digital saat
ini.
Penulis
menjabarkan mengenai hadirnya perpustakaan dan informasi perpustakaan di era
digital, tantangan-tantangan yang dihadapi dan keterampilan untuk menangani
tantangan tersebut. Juga menyebutkan poin-poin apa saja yang harus dilakukan
oleh para pofesional dalam menghadapi era digital. Secara tersurat tujuan
penelitian memang tidak jelaskan oleh penulis, namun dari gaya penulisan,
penulis telah menggambarkan kepada pembaca untuk memahami tujuan penelitian
artikel tersebut. Penulis menekankan kepada para professional perpustakaan dan
informasi untuk meningkatkan keterampilan dalam mengahadapi era globalisas ini.
Penulis juga memberikan saran yang sesuai dengan permasalahan penelitian dalam
artikel tersebut. Dalam artikel yang ditulisnya, penulis menggunakan bahan
referensi atau kepustakaan yang relevan dan berkaitan dengan topik yang dibahasnya,
Sayangnya penulis tidak menjelaskan
terlebih dahulu secara detail apa itu yang dimaksud dengan profesional
perpustakaan dan informasi kepada pembaca. Metode penelitian artikel yang
digunakan oleh penulis lebih bersifat kualitatif. Metode Penelitian kualitatif
adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam
terhadap sesuatu masalah, yang bertujuan untuk memahami realitas sosial, yaitu
melihat dunia dari apa adanya, maka seorang peneliti kualitatif haruslah orang
yang memiliki sifat open minded. Akan lebih baik jika metode penelitian
ditambahkan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yaitu metode yang
menggunakan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Sehingga
informasi yang disampaikan oleh penulis akan lebih baik lagi, selain
menjelaskan kenyataan yang ada di lingkungan para professional perpustakaan dan
informasi disertai juga data yang akurat atau obyektif pada artikel tersebut.
E. Referensi
Meera, Meera. (2010). Library and Information Professionals (LIPs)
in the Present Digital age: Challenges of the new Skills, 228-236.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar